Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menghadiri pertemuan rutin pengurus LKSA se-Kabupaten Lumajang yang digelar oleh Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kabupaten Lumajang, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di LKSA Izzatul Jannah, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, tersebut merupakan agenda rutin Forum LKS Kabupaten Lumajang yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri secara langsung oleh para ketua LKSA se-Kabupaten Lumajang.
Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus koordinasi antar-pengelola lembaga kesejahteraan sosial di Kabupaten Lumajang.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan LKSA, termasuk penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan kualitas pelayanan sosial, serta berbagai dinamika yang dihadapi dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak asuh.

Kehadiran para ketua LKSA secara langsung juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang lebih efektif antara lembaga, Forum LKS, dan berbagai pihak terkait. Melalui forum rutin tersebut, setiap lembaga dapat saling bertukar informasi, pengalaman, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan sosial.
Ketua LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyambut positif pelaksanaan pertemuan rutin tersebut. Menurutnya, forum seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat jejaring dan kebersamaan antar-LKSA.
“Pertemuan rutin ini sangat penting karena menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar informasi dan pengalaman dalam pengelolaan LKSA. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari lembaga lain, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi lembaga masing-masing,” ungkap Husen.
Ia berharap Forum LKS Kabupaten Lumajang dapat terus menjadi wadah komunikasi yang aktif bagi seluruh lembaga kesejahteraan sosial, sehingga berbagai program pelayanan kepada anak dan kelompok penerima manfaat dapat berjalan semakin baik.
“Semoga koordinasi dan kebersamaan antar-LKSA terus terjaga. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat bersama-sama meningkatkan profesionalisme lembaga dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan LKSA,” tambahnya.
Pertemuan rutin tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam membangun lembaga kesejahteraan sosial yang profesional, tertib, dan berorientasi pada pemenuhan hak serta kepentingan terbaik bagi anak.