Dalam upaya menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan membangun karakter gotong royong, LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto secara rutin melaksanakan kegiatan Kerja Bakti Jumat Bersih yang diikuti oleh seluruh anak asuh setiap hari Jumat.

Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan yang bertujuan membiasakan anak-anak hidup bersih, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dengan membawa peralatan kebersihan, para anak asuh membersihkan halaman lembaga, saluran air, rumput liar, serta area di sepanjang jalan sekitar LKSA.

Ketua LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menjelaskan bahwa program Jumat Bersih tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter anak melalui budaya kerja sama dan saling membantu.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti setiap hari Jumat, mereka belajar disiplin, peduli lingkungan, serta membiasakan diri untuk bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Husen.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Anak-anak bekerja sama membersihkan berbagai sudut lingkungan sehingga tercipta suasana yang bersih, asri, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar sesama anak asuh dan pengurus LKSA.

Program Jumat Bersih diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan lembaga maupun di tengah masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, LKSA Miftahul Ulum berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan akhlak, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai gotong royong, LKSA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang bermanfaat demi terwujudnya generasi yang beriman, berkarakter, mandiri, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.